ASOSIASI NEGARA-NEGARA ASIA TENGGARA

PENETAPAN

Asosiasi Bagian tenggara Negara-Negara Asia atau ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima Negara-Negara Anggota asli, yaitu Indonesia, Malaysia, Pilipina, Singapura, dan Thailand. Brunei Darussalam bergabung pada tanggal 8 Januari 1984, Vietnam pada tanggal 28 Juli 1995, LAO PDR dan Myanmar pada tanggal 23 Juli 1997, dan Kamboja pada tanggal 30 April 1999.

daerah ASEAN mempunyai suatu populasi sekitar 500 juta, suatu total area 4.5 juta kilometer penyiku, suatu produk domestik kotor [yang] dikombinasikan hampir US$ 700 milyar (Am.), dan suatu total perdagangan sekitar US$ 850 milyar (Am.).

* Brunei Darussalam
* Kamboja
* Indonesia
* Laos
* Malaysia | Truly Asia
* Myanmar | Mystical Myanmar
* Filipina | WOW PHILIPPINES
* Singapura | Uniquely Singapore
* Thailand
* Vietnam

Trio, sampein buat Lia yach!

Kalo gak usah buka rekening di BRI!!! Karena ntar tanggal 1 Mei aku mau pulang, jadi ntar biar aku sendiri yang buat rekeningnya. Terimakasih. Masno.

balasan buat trio, dari mas no

Komputernya baru ga? Pentium 4 yang bekas harganya tuh 1,5juta. Mas No balike suwe, insyaAllah. Kalo mau beli mending di temennya mas no, yang mimpin primagama di depan gedung DPRD, kamu datngin dia aja, orangnya baik kok, tapi aku lupa namanya dia, pokoknya pimpinan primagama brebes, dia orang slawi, bilang kalo kamu mau beli komputer. Terus kalo mau beli, kalo bisa Windowsnya udah Windows Vista, terus Officenya yang 2007, terus minta diinstalin semua aplikasi yang komplit banget. Pokoknya di instalin yang komplit dech!!! Jadi kamu gak usah beli CD buat nginstalnya. OK?

Oy, ntar sampein ke Lia yach, suruh buka rekening di BRI Pasarbatang 1, yang sebelah timur pasar buah. Jangan sampai lupa, karena ini penting banget.

Cahyono.

PENTING BANGET, TOLONG SAMPAIKAN KE ADIKKU LIA YA…

Assalamu’alaikum.W.W.

Trio, tolong sampaikan ke Lia ya, suruh buka rekening di BRI Pasarbatang 1, yang letaknya sebelah timur pasar buah, jangan BRI Pasarbatang 2 yang letaknya di sebelah panti asuhan karena gak on line, jadi ntar ga bisa transfer, kalo sudah buka, tolong nomor rekeningnya di sms ke nomornya mas catur 085648500114. Deposit awal minimal 100.000, dan harus atas namanya Lia sendiri, jadi ntar bawa kartu pelajar, karena insyaAllah awal bulan aku gak pulang, ntar uang buat emak tak transfer ke rekening tersebut tiap tanggal muda. Jadi tanggal 5 Mei (hari senin), Lia suruh ambil duit di BRI tsb. OK?

Wah, 10 juta larangen, mendingan Laptop atau macbook, trio koen pan tuku buku tentang Windows XP ora? Bagus lho buat belajar mengenai system operasi komputer, harganya 35.000, belum termasuk ongkos kirim. Heee…. Wah, mas no, balike suwe, 2 bulanan mungkin, jadi kalo kamu ga sabar ntar tak kirim aja.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum. W. W.

Trio, tolong balikin CD Harry Potternya ke Lia ya….

Trio, tolong balikin CD Harry Potternya ke Lia ya…. penting banget, karena CDnya punya temanku. Terimakasih.

Trio, ana buku komputer apik, tentang Windows XP.

Koen pan titip ora? Regane 35.000;

Mas No.

Popular ‘Idol’ Photo Galleries

Mentari Senja

Last Sunday my friend celebrated her 1st anniversary of going steady with her boyfriend.  I was hoping to hear some mushy-mushy story about their dinner, but apparently they just ate at the hawker centre in Esplanade and walked around.  Hahaha.. didn’t expect that.  And you know what was the gift from her boyfriend?  A bracelet.  Okay that’s sweet, but if you look closely, this bracelet’s beads are miniatures of cars, planes, etc.  It’s like a gift for a little kid!  O my.. what a boyfriend.Yesterday, on Monday, was also an anniversary – for me.  No not the mushy anniversary.  Nothing romantic.  It was an anniversary of a very sad day – the saddest day in my life so far, and as much as I want to forget, deep down I violently reject to erase that memory.  So I let it live.  And yesterday, it has lived for a year.On Saturday, 24 March 2007, was a day that I cannot forget.  It was a day of betrayal, of hours of tears in the toilet cubicle, of hypocrisy, of forced smiles, and many, many weeks of struggling to overcome the evil hatred that had found its home in one dark, hidden corner of my heart, and many, many weeks of self-denial, and a few other hours of tears, and dozens of questions and regrets.But I’ve finally come to terms with it.  Perhaps the real anniversary was last Saturday, the day of election.  A couple of months ago, I had considered of not going, of finding a reason to skip it.  I was afraid.  But I guess we all have to face our fear, one way or another.  So that Saturday came and went, and I didn’t feel a thing.  No, I did feel something.  The little twinge when they clapped loudly for him – I remember that clap, too.  Don’t do it if you don’t mean it, or the pain would be far greater.  That forced smile of mine when they discussed about the candidates and brought up the past.  That day in that big room, I felt like a hypocrite.  Perhaps, the only hypocrite was me.But I sighed.  A sigh of relief.  For this time they had chosen to not repeat their mistake.  Yes, I still consider it a mistake.  Lucky it was me.  If it weren’t, where would they be now?  Hell hath no fury like a woman scorned.  I’m a woman, I’ve been scorned, and hell yeah my fury blazes stronger than hell, but heaven had grace on me and poured the rain of tears for so many times to make sure that the fire did not consume my heart and soul.  I just do not want him – he who I thought of as my own brother – to suffer the same fate as I did.It’s been a year.  And even though I now could walk through it and breathe the memory with more ease, I still feel that pain.  It’s been a year.  How heartbroken I still am.  Perhaps like Gayatri.  Yes, perhaps like her.. with her love, heartbreak, and strength.  I envy, Gayatri, but I created her.I still wonder why I ran for VP that day.  I felt dejected and rejected by the very thing that I care for.  A part of me did not want to be part of anything anymore.  It was one of the reasons I refused when he asked us to be with him automatically – I asked for a fair trial, open for all.  A part of me did not want to go there again.  But a part of me did want to, and I finally did.  And even now I asked why.Last Saturday I finally realized.  Because I know when I become a support, I’d be an excellent support.  A friend of mine hypothesized of an overthrow, I laughed.  Silly idea.  If I were a secretary, I’d write excellent minutes.  If I were a treasurer, I’d come up with detailed financial statements.  And if I were a VP, I’d be an excellent support.  And I know that.  Perhaps that’s why I ran.  I wanted to prove myself.  But by doing that, making he who I supported excel as well.  And in the end, I couldn’t say, see he was no better than me, why did you choose him, you fool?  Because he did a good job.  And in the end, I’d say that he had done a good job.  I’ve created my own cognitive dissonance.  But I need that to silence the screams that could very well ruin my thoughts.Yes, it’s been a year.  Now that I’ve stepped down, I’ve decided to seek the answers.  That day on Saturday, I’ve heard things, but it was all a blur.  It’s been a year, and I will soon leave this place.  At least, I want to hear the reasons with open ears and open heart.Dear Lord, my wisdom is limited, my heart is deceitful.  I’ve looked all around the world, to the deepest sea, to the highest mountain, but I could only see myself black as a coal.  Not even the whitest snow could erase the burnt smeared across my face.  But, dear Lord, you wisdom is wiser than men and your strength is stronger than men.  Thank you for carrying this hypocrite safely across the valley of despair.  It’s been a year.  Let me finally close this book of heartaches.

Singapore,
Tuesday, 25 March 2008, 2:20PM
Mentari Senja
- in memory of the Bloody March

Rancangan rumah

New York (ANTARA News) – Aktor Brad Pitt, Senin, mengumumkan rancangan perumahan baru untuk kawasan miskin New Orleans yang pada 2005 lalu hancur akibat amukan Topan Katrina.

Pitt, 43 tahun, menjanjikan dana senilai 5 juta dolar kepada program `Make It Right`, dengan menyatakan uang tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun 150 rumah di kota itu yang akan menjadi model bagi pembangunan kembali yang berkelanjutan.

“Saya berharap kita bisa memulainya di sini dan memperluasnya ke seluruh New Orleans,” kata bintang itu, saat meninjau puluhan tenda yang dibangun di lokasi tempat perumahan itu akan dibangun.

“Untuk membangun 150 rumah ini, kita perlu bantuan rakyat Amerika,” katanya dalam jumpa pers Senin. “Kita perlu bekerja sama untuk melakukan ini. Tak ada alasan mengapa kita tak dapat mendirikan ribuan rumah.”

Sebagian besar kawasan Lower 9t6h, tempat Pitt berharap akan membangun kembali rumah, rata dengan tanah akibat banjir yang dipicu Topan Katrina dan hanya beberapa rumah saja yang dapat dibangun kembali. Namun demikian, Pitt merasa yakin dirinya dapat mewujudkan semua itu.

“Anda akan menyaksikan kehidupan kembali lagi,” katanya, seperti dikutip DPA. “Kita akan lihat semua orang memiliki rumah pada akhir musim panas mendatang.”

Pitt dan Angelina Jolie mempunyai rumah di New Orleans, sebuah rumah besar di Kawasan Perancis yang dibeli “pasangan emas” Hollywood itu pada awal 2007. (*)

COPYRIGHT © 2007

Internet

lisan ini secara berkala di bagian tulisan, bukan di bagian komentar. Mungkin akan ada bagian yang nggak nyambung dengan komentar. Mohon maaf. Tujuannya adalah agar opini yang ingin saya sampaikan menjadi satu yang utuh. Eksperimen dengan cara ini.] Saya baru mendengar dari beberapa kawan tentang adanya rencana untuk melakukan sensor terhadap internet Indonesia, khususnya adalah untuk situs pornografi dan kekerasan. Saya baru melihat URL di Republika online, tetapi belum bisa melakukan recheck kebenarannya.

Sebenarnya ide semacam ini sudah berkali-kali muncul. Setiap kali saya dimintai pendapat, saya menyatakan TIDAK SETUJU.

Saya termasuk yang tidak suka pornografi, tetapi saya lebih tidak suka pemberangusan semacam ini. Saya bisa bangga bahwa Indonesia sejak jaman dahulu (bahkan jaman pak Harto pun) internet Indonesia selalu bebas! Kritikan terhadap orba bisa muncul di internet tanpa sensor. Mungkin karena waktu itu internet masih belum dianggap penting dan komunitasnya masih kecil sehingga tidak dilakukan sensor. Apapun, internet Indonesia adalah sebuah contoh kebebasan demokrasi Indonesia yang terkendali.

Melakuan filtering terhadap konten pornografi membutuhkan sumber daya (manusia, computing, dll.) yang sangat besar. Sayang sekali. Seharusnya sumber daya ini bisa digunakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas internet Indonesia dulu. Lihat saja, memberangus tabloid atau majalah yang bernuansa pornografi (yang jumlahnya lebih sedikit dari situs internet dan juga lokasi fisiknya sangat jelas) Pemerintah masih belum mampu. Apalagi ini yang berada di dunia maya?

Bagaimana kita melindungi diri dari pornografi di internet?

Yang pertama adalah edukasi dan pembinaan moral. Ini harus dilakukan di semua lini; rumah, sekolah, dan masyarakat. Tujuannya adalah adanya tekanan moral bahwa melihat situs porno itu adalah salah, memalukan, tidak bermoral, dan sejenisnya. Tetapi … bukan ilegal lho. Pokoknya dibuat malu sendiri deh. Bagusnya pendekatan ini adalah dia juga bermanfaat untuk menangkal pornografi apapun medianya.

Yang kedua adalah mengajak masyarakat untuk lebih banyak menghasilkan content yang positif. Tujuannya adalah agar content negatif menjadi minoritas. Itulah sebabnya saya mengajak banyak orang untuk menulis blog dengan tema apa saja (asal jangan pornografi). Buat tulisan yang banyak dan kemudian berkualitas. (Mantra saya: kuantitas dan kemudian kualitas.) Biarpun ada yang uring-uringan, blog ini (rahard.wordpress.com) sering menempati peringkat yang populer. Setidaknya dia merupakan alternatif terhadap tulisan yang negatif atau berbau pornografi. Ini bukan sekedar omong kosong, tetapi sudah saya lakukan. Ayo bantu saya dengan banyak menulis yang positif.

Pemerintah bisa membuat program insentif untuk lomba menulis dengan media blog, misalnya. Insentif kepada content creator & provider bisa lebih digalakkan. Tujuannya, ya jelas lebih banyak content yang positif. Menurut saya ini lebih produktif dan elegan. Selain itu dia bisa lebih terukur hasilnya.

Ada kasus dimana orang (yang dikhawatirkan adalah anak-anak) secara tidak sengaja masuk ke situs pornografi. Solusi untuk ini adalah menyediakan proxy yang bebas dari pornografi dan kekerasan. Jadi sifatnya adalah optional atau pilihan. Nah, Pemerintah bisa mendanai inisiatif atau proyek proxy bebas pornografi ini. Bagi yang menginginkan hal ini, tinggal set proxynya ke layanan ini. Bukankah ini lebih elegan?

Sebelum kelupaan, ada satu pornografi yang memang harus dibuatkan undang-undangnya yaitu child pornography. Alasannya adalah anak-anak yang menjadi obyek dan harus dilindungi karena mereka belum mampu melindungi diri. Apapun bentuknya (internet, media konvensional, apa pun) child pornography harusnya dikategorikan sebagai kejahatan.

Membuat sesuatu yang memiliki dampak jangka panjang harus dilakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa. Buatlah langkah-langkah di atas dahulu dan setelah itu silahkan lakukan filtering jika dirasa perlu. Misalnya kita ingin membuat larangan merokok, maka lakukanlah dengan bertahap; tidak memperbolehkan merokok di seluruh gedung, kecuali di tempat xyz (sediakan tempat khusus untuk merokok). Agak kurang bijaksana kalau modelnya adalah … tidak boleh merokok titik! Anda yang merokok silahkan pindah negara. he he he. (BTW, saya tidak merokok.) Sebelum itu, buatlah aturan tentang larangan iklan rokok, dan seterusnya. Bertahap lah. (Akankah rokok hilang dari dunia? Rasanya tidak mungkin. Akankah pornografi hilang dari dunia? Rasanya juga tidak mungkin. I just don’t want to be part of it.That’s all. And I think step by step is how we should do it.)

Ini sekedar opini seorang manusia. Anda tentunya boleh berbeda pendapat. Asal konsisten saja, sehingga Anda tidak malu kepada diri sendiri.

Link terkait.

« Entri lama